Subhanalloh perjalanan yang berkesan selama hidup saya. Pada
awalnya saya hanya menemani atasan untuk perjalanan tugas kantor selama tiga
hari di Banda Aceh, awalnya saya bingung dengan tugas saya maklum saya masih
Engineer Junior hehe..... :) !!!
Hari pertama menginjak Banda Aceh saya disuguhi makanan khas
daerah sana, mulai dari ayam tangkap yang disajikan dengan daun-daunan dan
rasanyaaa.... luar biasa enak hehe..., sore harinya saya diajak nongkrong di
warung kopi dan mulai disuguhi martabak beserta kue yang dibungkus dengan daun
pisang, kebetulan saya lupa nama makanannya apa hehe...., tapi low di daerah
sunda mungkin sejenis “Bugis”
selanjutnya saya disuguhi kopi Aceh namun sayangnya saat itu asam lambung saya
lagi kambuh jadi saya hanya bisa minum
capuccino hangat.
Adzan magrib pun
berkumandang dan akhirnyaaa....kami memutuskan untuk sholat magrib di Mesjid
Baiturrahman karena hotel kami menginap tidak jauh dari lokasi mesjid
Baiturrahman.
Ketika menginjakan kaki di mesjid tersebut
rasanyaaaa....merinding mengingat kejadian yang luar biasa dasyat ditanggal 26
Desember 2004, musibah Tsunami di Serambi Mekah ini telah meluluh lantakan
sebagian kota Aceh dan meninggalkan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia
khususnya penduduk Aceh. Namun hanya Mesjid-mesjidlah yang tetap berdiri kokoh
seperti halnya mesjid Baiturrahman ini.....
Perjalananku di Aceh ku tidak berakhir dimesjid Baiturrahman
saja tapi perjalananku berlanjut ke Musieum Tsunami di hari ke-dua di Banda
Aceh setelah menyelesaikan tugas kantor untuk sidang KA-ANDAL di kantor
BAPPEDAL ACEH. Namun sayang..... Musieum Tsunaminya tutup berhubung hari Senin akhirnyaaaa......saya hanya bisa
lihat-lihat gedung
Meski sedikit kecewa tidak bisa masuk ke dalam Musieum
namun....Kami memutuskan untuk melihat peninggalan Tsunami yang lainnya salah
satunya kapal PLTD yang terdampar di tengah-tengah kota, perjalanan kamipun
semakin menarik hehe J
sehubungan di Banda Aceh tidak terdapat angkot tapi BENTOR (Beca Motor) dan Beca
Motor inilah salah satu alat angkut di Banda Aceh. Kami pun
akhirnyaaa.......sampai di Kapal PLTD.
saat itu...hatiku bergetar ALLOHUAKBAR.....ALLOHUAKBAR begitu Maha
Besarnya ALLOH yang telah berkehendak menggerakan air laut yang luar biasa
dasyat sehingga kapal sebesar ini bisa terdampar di daratan sekaligus mengingatkan
aku akan hari dimana itu akan tiba L
ya Hari Kiamat dimana hari semua gunung akan meletus, air laut akan tumpah,
bintang berjatuhan sehingga tidak ada lagi tempat untuk berlindung, ya Alloh
aku berlindung pada Mu.
Keterkejutanku tidak berakhir disini saja namun....saat aku
melihat jangkar yang luar biasa besar ada di atas kapal PLTD ini
Batin ku semakin menjerit
tidak bisa membayangkan begitu sangat dasyatnya musibah Tsunami yang menimpa Banda
Aceh ini. Tidak hanya Kapal PLTD yang
berada di daratan namun kapal nelayanpun harus terdampar di atas atap rumah
Tangan manusia tak akan
mampu dan tak akan sanggup memindahkan kapal-kapal tersebut. Hanya kekuasaan
ALLOH lah yang sanggup menggerakkan semuanya. Saya sangat bersyukur akhirnya
saya dikasih kesempatan untuk melihat semua ini sebagai bentuk pembelajaran
yang sangat berharga dan saya sangat luar biasa bahagia akhirnyaaa....saya bisa
keliling Indonesia seperti yang dulu pernah saya impikan dan saya harapkan
meski hanya baru pulau Sumatra dan di kota Aceh tapi suatu saat nanti dan atas
kehendak ALLOH SWT saya diberi kesempatan kembali untuk keliling dunia salah
satunya Tanah Suci Mu aamiin...ya Rabbal’alamin. J






Tidak ada komentar:
Posting Komentar