Minggu, 08 Desember 2013

Journey



Subhanalloh perjalanan yang berkesan selama hidup saya. Pada awalnya saya hanya menemani atasan untuk perjalanan tugas kantor selama tiga hari di Banda Aceh, awalnya saya bingung dengan tugas saya maklum saya masih Engineer Junior hehe..... :) !!!
Hari pertama menginjak Banda Aceh saya disuguhi makanan khas daerah sana, mulai dari ayam tangkap yang disajikan dengan daun-daunan dan rasanyaaa.... luar biasa enak hehe..., sore harinya saya diajak nongkrong di warung kopi dan mulai disuguhi martabak beserta kue yang dibungkus dengan daun pisang, kebetulan saya lupa nama makanannya apa hehe...., tapi low di daerah sunda mungkin sejenis “Bugis” selanjutnya saya disuguhi kopi Aceh namun sayangnya saat itu asam lambung saya lagi kambuh jadi saya hanya bisa  minum capuccino hangat.
 Adzan magrib pun berkumandang dan akhirnyaaa....kami memutuskan untuk sholat magrib di Mesjid Baiturrahman karena hotel kami menginap tidak jauh dari lokasi mesjid Baiturrahman.


Ketika menginjakan kaki di mesjid tersebut rasanyaaaa....merinding mengingat kejadian yang luar biasa dasyat ditanggal 26 Desember 2004, musibah Tsunami di Serambi Mekah ini telah meluluh lantakan sebagian kota Aceh dan meninggalkan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia khususnya penduduk Aceh. Namun hanya Mesjid-mesjidlah yang tetap berdiri kokoh seperti halnya mesjid Baiturrahman ini.....

Perjalananku di Aceh ku tidak berakhir dimesjid Baiturrahman saja tapi perjalananku berlanjut ke Musieum Tsunami di hari ke-dua di Banda Aceh setelah menyelesaikan tugas kantor untuk sidang KA-ANDAL di kantor BAPPEDAL ACEH. Namun sayang..... Musieum Tsunaminya tutup berhubung hari Senin akhirnyaaaa......saya hanya bisa lihat-lihat gedung 

Meski sedikit kecewa tidak bisa masuk ke dalam Musieum namun....Kami memutuskan untuk melihat peninggalan Tsunami yang lainnya salah satunya kapal PLTD yang terdampar di tengah-tengah kota, perjalanan kamipun semakin menarik hehe J sehubungan di Banda Aceh tidak terdapat angkot tapi BENTOR (Beca Motor) dan Beca Motor inilah salah satu alat angkut di Banda Aceh. Kami pun akhirnyaaa.......sampai di Kapal PLTD. 

saat itu...hatiku bergetar  ALLOHUAKBAR.....ALLOHUAKBAR begitu Maha Besarnya ALLOH yang telah berkehendak menggerakan air laut yang luar biasa dasyat sehingga kapal sebesar ini bisa terdampar di daratan sekaligus mengingatkan aku akan hari dimana itu akan tiba L ya Hari Kiamat dimana hari semua gunung akan meletus, air laut akan tumpah, bintang berjatuhan sehingga tidak ada lagi tempat untuk berlindung, ya Alloh aku berlindung pada Mu.
Keterkejutanku tidak berakhir disini saja namun....saat aku melihat jangkar yang luar biasa besar ada di atas kapal PLTD ini 


Batin ku semakin menjerit tidak bisa membayangkan begitu sangat dasyatnya musibah Tsunami yang menimpa Banda Aceh ini.  Tidak hanya Kapal PLTD yang berada di daratan namun kapal nelayanpun harus terdampar di atas atap rumah 


Tangan manusia tak akan mampu dan tak akan sanggup memindahkan kapal-kapal tersebut. Hanya kekuasaan ALLOH lah yang sanggup menggerakkan semuanya. Saya sangat bersyukur akhirnya saya dikasih kesempatan untuk melihat semua ini sebagai bentuk pembelajaran yang sangat berharga dan saya sangat luar biasa bahagia akhirnyaaa....saya bisa keliling Indonesia seperti yang dulu pernah saya impikan dan saya harapkan meski hanya baru pulau Sumatra dan di kota Aceh tapi suatu saat nanti dan atas kehendak ALLOH SWT saya diberi kesempatan kembali untuk keliling dunia salah satunya Tanah Suci Mu aamiin...ya Rabbal’alamin. J







Tidak ada komentar:

Posting Komentar